Harga Gas LPG Februari 2026 Tetap Stabil di Agen Resmi Tangerang

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:42:56 WIB
Harga Gas LPG Februari 2026 Tetap Stabil di Agen Resmi Tangerang

JAKARTA - Memasuki hari kedua Ramadan 1447 Hijriah atau Jumat, 20 Februari 2026, harga LPG subsidi 3 kg di wilayah Tangerang Selatan tercatat stabil. 

Pantauan di lapangan menunjukkan, harga jual LPG 3 kg di pangkalan resmi masih sesuai HET pemerintah, yaitu Rp 19.000 per tabung. 

Hal ini memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa tekanan harga menjelang Lebaran.

Di Pangkalan LPG Ayanih, salah satu pangkalan resmi di Tangerang Selatan, penjaga pangkalan menegaskan, “(Harga LPG 3 kg) Rp 19.000,” dan harga ini berlaku hingga akhir Februari 2026. 

Keberlanjutan harga ini menandakan distribusi LPG subsidi berjalan lancar serta ketersediaan cukup untuk memenuhi permintaan rumah tangga selama Ramadan.

Sementara itu, di level sub-pangkalan atau pengecer seperti Toko Jejen, harga LPG 3 kg dijual Rp 22.000 per tabung, sudah termasuk biaya pengantaran ke alamat pelanggan. 

Meski sedikit lebih tinggi dari harga HET, kondisi ini masih tergolong wajar dan stabil, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang mengandalkan LPG untuk memasak sahur maupun berbuka.

Stabilitas Harga LPG Non-Subsidi 5,5 Kg dan 12 Kg

Selain LPG subsidi, harga LPG non-subsidi untuk tabung 5,5 kg dan 12 kg juga tercatat relatif stabil di wilayah Tangerang Selatan. Di Toko Jejen, LPG 5,5 kg dijual Rp 110.000 per tabung, sementara LPG 12 kg Rp 210.000 per tabung. 

Harga ini belum mengalami kenaikan dibandingkan Januari 2026, sehingga memberikan kepastian bagi rumah tangga maupun pelaku usaha yang membutuhkan LPG non-subsidi.

Meski harga di sub-pangkalan sedikit lebih tinggi daripada harga resmi di agen Pertamina, hal ini wajar karena termasuk biaya transportasi dan distribusi ke pengecer.

Kondisi ini memperlihatkan sistem distribusi LPG berjalan efektif, menjaga pasokan tetap tersedia, dan mencegah lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang Ramadan atau Lebaran.

Stabilitas harga LPG non-subsidi menjadi penting karena digunakan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga oleh usaha mikro, kecil, dan menengah yang mengandalkan LPG sebagai bahan bakar memasak atau produksi. 

Dengan harga yang konsisten, pelaku usaha dapat merencanakan biaya operasional tanpa takut fluktuasi mendadak.

Daftar Harga LPG Non-Subsidi di Tingkat Agen Resmi

Menurut informasi dari Pertamina, harga LPG non-subsidi berlaku sejak November 2023, termasuk PPN, dengan rincian harga per wilayah sebagai berikut:

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah:
LPG 5,5 kg: Rp 94.000 | LPG 12 kg: Rp 194.000

Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara:
LPG 5,5 kg: Rp 97.000 | LPG 12 kg: Rp 202.000

Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat:
LPG 5,5 kg: Rp 90.000 | LPG 12 kg: Rp 192.000

Kalimantan Utara:
LPG 5,5 kg: Rp 107.000 | LPG 12 kg: Rp 229.000

Maluku dan Papua:
LPG 5,5 kg: Rp 117.000 | LPG 12 kg: Rp 249.000

Harga ini berlaku di agen resmi di luar radius 60 km dari lokasi Filling Plant. Biaya tambahan transportasi atau ongkos kirim menyesuaikan dengan lokasi agen masing-masing. Daftar ini menjadi acuan bagi masyarakat dan usaha untuk mengetahui harga resmi sebelum membeli LPG di tingkat pangkalan atau pengecer.

Ketersediaan LPG Selama Ramadan dan Lebaran

Menjelang Ramadan dan Lebaran, ketersediaan LPG menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran aktivitas rumah tangga. 

Masyarakat mengandalkan LPG untuk memasak hidangan sahur dan berbuka, sedangkan usaha kecil menengah menggunakan LPG sebagai bahan bakar operasional. Stabilitas harga dan pasokan LPG membantu mengurangi kekhawatiran lonjakan harga atau kelangkaan tabung.

Selain itu, harga yang stabil juga mendukung daya beli masyarakat. Dengan Rp 19.000 per tabung untuk LPG subsidi 3 kg, rumah tangga dapat menyiapkan kebutuhan pokok tanpa harus menekan anggaran untuk biaya energi. Sedangkan harga non-subsidi tetap wajar dan tidak membebani usaha kecil yang membutuhkan LPG 5,5 kg atau 12 kg.

Pemerintah melalui Pertamina, agen, dan pangkalan resmi terus memantau distribusi agar stok mencukupi di seluruh wilayah Tangerang Selatan. Distribusi ini juga melibatkan sistem pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang Idul Fitri.

Peran Agen dan Pangkalan dalam Menjaga Stabilitas

Agen dan pangkalan LPG berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi. Mereka memastikan LPG tersedia di rumah tangga, usaha mikro, dan pengecer kecil. 

Pangkalan resmi seperti Ayanih dan pengecer Toko Jejen memastikan pasokan LPG 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat mengakses tabung dengan harga wajar.

Koordinasi antara agen, pangkalan, dan Pertamina menjadi kunci kelancaran distribusi. Agen resmi mengatur pasokan dari filling plant, sementara sub-pangkalan mengantarkan ke pengecer atau langsung ke rumah pelanggan. 

Sistem ini membantu mencegah kelangkaan tabung LPG di pasar, menjaga harga tetap sesuai HET, serta mendukung usaha kecil menengah tetap berjalan.

Dengan distribusi yang lancar dan harga stabil, masyarakat Tangerang Selatan dapat menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026 dengan lebih tenang. 

Baik kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro yang bergantung pada LPG tidak terganggu, dan pemerintah berhasil memastikan energi rumah tangga tetap terjangkau.

Terkini