Pemkab Aceh Barat Rampungkan Perbaikan Jalan Putus Menuju KAT Sikundo

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:53:32 WIB
Pemkab Aceh Barat Rampungkan Perbaikan Jalan Putus Menuju KAT Sikundo

JAKARTA - Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Salah satu langkah konkret yang kini telah membuahkan hasil adalah rampungnya perbaikan akses jalan menuju kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen. Jalan tersebut sebelumnya terputus total akibat banjir yang melanda wilayah itu pada Rabu, 18 Februari 2026 lalu, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga setempat.

Kini, setelah proses perbaikan selesai, akses jalan sepanjang sekitar 200 meter yang sempat tergerus banjir tersebut sudah kembali dapat dilalui. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas dengan aman, membuka kembali jalur transportasi utama bagi masyarakat yang sempat terisolasi akibat bencana alam.

Akses Vital Warga KAT Kembali Tersambung

Jalan menuju KAT Sikundo memiliki peran penting bagi kehidupan warga di kawasan tersebut. Sebanyak 195 kepala keluarga (KK) menggantungkan mobilitas harian mereka pada akses ini, baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan. Terputusnya jalan akibat luapan sungai sempat menimbulkan kesulitan serius, terutama dalam distribusi logistik dan akses pelayanan publik.

Dengan selesainya perbaikan, aktivitas warga kini kembali berjalan normal. Arus transportasi yang sempat terhenti sudah pulih, sehingga masyarakat tidak lagi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Kondisi ini menjadi angin segar bagi warga yang selama beberapa hari harus menghadapi keterbatasan akibat dampak banjir bandang.

Kolaborasi Pemkab dan TNI dalam Proses Perbaikan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Fadly Octora, menjelaskan bahwa perbaikan akses jalan tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah menggandeng unsur TNI untuk mempercepat proses pemulihan, mengingat kondisi medan yang cukup berat dan kebutuhan penanganan cepat.

“Perbaikan akses dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah dan TNI,” ujar Fadly Octora. Ia menambahkan bahwa pengerahan sumber daya secara maksimal menjadi kunci agar perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak lima unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk menimbun dan meratakan badan jalan yang rusak parah akibat terjangan banjir. Alat berat tersebut digunakan untuk menata kembali struktur tanah, memperkuat badan jalan, serta memastikan jalur yang diperbaiki aman dilalui kendaraan.

Dampak Banjir dan Penanganan Infrastruktur Darurat

Putusnya jalan menuju KAT Sikundo terjadi akibat meluapnya aliran sungai di sekitar kawasan tersebut. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir bandang yang menggerus badan jalan hingga sepanjang sekitar 200 meter, membuat akses transportasi lumpuh total.

Kondisi darurat ini mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan. Perbaikan jalan dilakukan sebagai prioritas mengingat fungsinya yang vital bagi masyarakat. Setelah proses penanganan selesai, kondisi jalan kini telah kembali normal dan lebih stabil untuk dilalui.

Fadly memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan jalan agar mampu menahan kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.

Komitmen Pemkab dalam Pemulihan Pascabencana

Menurut Fadly Octora, rampungnya perbaikan jalan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di sektor infrastruktur dasar. Akses transportasi publik menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan mobilitas masyarakat.

“Perbaikan ini menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah dalam menyediakan akses transportasi publik yang lebih baik di tengah pemulihan pascabencana banjir bandang,” kata Fadly. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan publik, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terdampak bencana.

Ke depan, Pemkab Aceh Barat berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan penguatan infrastruktur di berbagai titik rawan banjir. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kerusakan apabila bencana serupa kembali terjadi, sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses yang aman dan layak.

Dengan kembali tersambungnya akses jalan menuju KAT Sikundo, roda kehidupan masyarakat setempat diharapkan dapat berjalan normal. Pemulihan ini tidak hanya memulihkan jalur transportasi, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan terpencil.

Terkini